Arsip Blog

Sabtu, 12 November 2016

HUKUM NAMIMAH ( MENGADU DOMBA )


السّلَامُ عَلَيْگُمْ، يآ إِخْوَانِيْ وَ اَخ‌وَاتِيْ
الحمد لله الذي انزل اليگينة في قلوب المؤمنين ليزدادوا ايمانا مع ايمانهم، ولله جنود السموات والارض، وكان الله عليما حكيما.
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له و اشهد ان محمد عبده ورسوله، نبي بعد ولا رسولنا بعده (اما بعد..)

Sebelumnya, saya mengucapkan syukur kepada Ilahi Robbi sang pencipta alam Allah SWT
yg telah memberikan kita Nikmat yg banyak. nikmat iman , islam, dan kesehatan.

dan tak lupa pula, dan jangan sampai lupa pula karena kita masih muda yg akan menjadi penerus Bangsa dan Agama, shalawat bertangkaikan salam mari kita haturkan kepada Beliau, Pemimpin umat.
Beliau tidak pernah ke jakarta, tapi namanya selalu di puja beliau tidak pernah ke sukabumi, tapi namanya selalu dijunjung tinggi. Beliau adalah HAKIM TERTINGGI ANTI KORUPSI, MAHA INSYINYUR ANTI LACUR, THE BEST PEOPLE IN THE WORLD, yakni NABI MUHAMMAD Shollallahu 'alaihi wa salam.

yg telah membawa kita dari zamnnya Gasin diputer2 sampai main komputer.. :-D

pada kesempatan kali ini, saya tidak akan panjang-lebar lagi, saya akan berbagi apa yg saya ketahui, yg insya Allah mempunyai arti tersendiri yg belum dapat dipahami.


Pembaca yg dirahmati Allah SWT

banyak yg sudah tau apa itu NAMIMAH (Adu Domba), tapi sedikit sekali yg mengetahui arti sesungguh tentang hal ini.

adu domba menurut sebagian orang yg belum mengetahuinya ialah mengadu hewan yg memiliki bulu tebal ini, tapi menurut arti agama ialah Membujuk seseorang dan seseorang yg lainnya untuk bertikai atau berkelahi dengan cara memfitnah mereka.

karena itulah fitnah dilarang oleh agama, sebuah fitnah akan menciptakan sebuah pertikaian. pertikaian itu disebut ADU DOMBA.

Firman Allah SWT :
ﻭَ ﻻَ ﺗُﻄِﻊْ ﻛُﻞَّ ﺣَﻼَّﻑٍ ﻣَّﻬِﻴْﻦٍ.
ﻫَﻤَّﺎﺯٍ ﻣَّﺸَﺂﺀٍ ﺑِﻨَﻤِﻴْﻢٍ . ﻣَﻨَّﺎﻉٍ
ﻟّﻠْﺨَﻴْﺮِ ﻣُﻌْﺘَﺪٍ ﺍَﺛِﻴْﻢٍ. ﻋُﺘُﻞّ ﺑَﻌْﺪَ
ﺫﻟِﻚَ ﺯَﻧِﻴْﻢٍ. ﺍﻟﻘﻠﻢ 13-10:
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak
bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang
kian-kemari menghambur fitnah, yang banyak
menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas
lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu
yang terkenal kejahatannya. [QS. Al-Qalam : 10-13]

dan Firman Allah SWT,
ﻻَ ﺧَﻴْﺮَ ﻓِﻲْ ﻛَﺜِﻴْﺮٍ ﻣّﻦْ ﻧَّﺠْﻮﻳﻬُﻢْ
ﺍِﻻَّ ﻣَﻦْ ﺍَﻣَﺮَ ﺑِﺼَﺪَﻗَﺔٍ ﺍَﻭْ
ﻣَﻌْﺮُﻭْﻑٍ ﺍَﻭْ ﺍِﺻْﻼَﺡٍ ﺑَﻴْﻦَ
ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻭَ ﻣَﻦْ ﻳَّﻔْﻌَﻞْ ﺫﻟِﻚَ
ﺍﺑْﺘِﻐَﺂﺀَ ﻣَﺮْﺿَﺎﺕِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﺴَﻮْﻑَ
ﻧُﺆْﺗِﻴْﻪِ ﺍَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ. ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ 114:
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-
bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang
yang menyuruh (manusia) memberi sedeqah atau
berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian
diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat
demikian karena mencari keridlaan Allah, maka
kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar .
[QS. An-Nisaa’ : 114]

sebaiknya kita harus meneliti dahulu sebelum kita diadu oleh seseorang apalagi ia adalah orang yg paling kita benci daripada kita melakukan hal ini.

sesuai Firman ALLAH
ﻳﺎَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺍﻣَﻨُﻮْﺁ ﺍِﻥْ ﺟَﺂﺀَﻛُﻢْ
ﻓَﺎﺳِﻖٌ ﺑِﻨَﺒَﺈٍ ﻓَﺘَﺒَﻴَّﻨُﻮْﺁ ﺍَﻥْ
ﺗُﺼِﻴْﺒُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﺑِﺠَﻬَﺎﻟَﺔٍ
ﻓَﺘُﺼْﺒِﺤُﻮْﺍ ﻋَﻠﻰ ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻠْﺘُﻢْ
ﻧَﺎﺩِﻣِﻴْﻦَ . ﺍﻟﺤﺠﺮﺍﺕ 6:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang
kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka
periksalah dengan teliti, agar kamu tidak
menimpakan suatu mushibah kepada suatu kaum
tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan
kamu menyesal atas perbuatanmu itu. [QS. Al-
Hujuraat : 6]

dan balasan kepada orang yg melakukan hal ini adalah ia tidak akan masuk surga.

sesuai dalam hadist :
ﻋَﻦْ ﺣُﺬَﻳْﻔَﺔَ ﺭﺽ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ
ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ : ﻻَ ﻳَﺪْﺧُﻞُ
ﺍْﻟﺠَﻨَّﺔَ ﻧَﻤَّﺎﻡٌ . ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ ﻭ
ﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻯ، ﻓﻰ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ﻭ
ﺍﻟﺘﺮﻫﻴﺐ :1 495
Dari Hudzaifah RA, ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka
berbuat namimah” . [HR. Bukhari, Muslim, Abu
Dawud dan Tirmidzi, dalam Targhib wat Tarhib juz
3, hal. 495]

dan juga hadist yg lain
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭﺽ ﻗَﺎﻝَ:
ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ
ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﺍَﻟﻨَّﻤِﻴْﻤَﺔُ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﺘِﻴْﻤَﺔُ ﻭَ
ﺍْﻟﺤَﻤِﻴَّﺔُ ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ. ﻭ ﻓﻰ
ﻟﻔﻆ : ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﻤِﻴْﻤَﺔَ ﻭَ ﺍْﻟﺤِﻘْﺪَ
ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻻَ ﻳَﺠْﺘَﻤِﻌَﺎﻥِ ﻓِﻰ
ﻗَﻠْﺐِ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ . ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻰ، ﻓﻰ
ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ﻭ ﺍﻟﺘﺮﻫﻴﺐ 497 :3
Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata : Saya mendengar
Rasulullah SAW bersabda, “Namimah (adu-adu),
syatimah (suka mencaci) dan hamiyyah
(kesombongan) adalah di neraka”. Dan dalam satu
lafadh, “Sesungguhnya namimah dan hiqdu
(dendam) itu di neraka, kedua-duanya tidaklah
bersemayam di dalam hati seorang muslim” . [HR.
Thabrani, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 497]

sudah jelas kenapa itu dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

dan beranikah anda melakukan hal ini?

mungkin sekian ilmu yg saya bagikan ..
kurang lebih mohon maaf.

وبالله توفق والعناية
والسلام عليگم ورجنة الله وبركاته